Pemerintah Desa Jembayan Tengah
Kec. Loa Kulu Kab. Kutai Kartanegara
Kalimantan Timur

Cuaca Hari ini Loading....

Senin, 27 Sep 2021,

Gambaran Umum Desa


TOPOGRAFI DAN DEMOGRAFI

Desa Jembayan Tengah secara umum terdiri dari dataran yang berada pada ketinggian sekitar 3,5 meter dari permukaan laut (Mdpl). Keadaan tekstur tanahnya sebagian merupakan lempungan berwarna abu-abu dan sebagian lagi wilayah gambut berwarna coklat.

Adapun luas desa Jembayan Tengah lebih kurang 4.275 Hektar yang mayoritasnya merupakan wilayah tanah tegalan dengan luas 2.000 Hektar, wilayah sawah dengan luas sekitar 200 Hektar. Selebihnya adalah tanah pekarangan dengan luas 15 Hektar.

Secara geografis desa Jembayan Tengah terletak pada kordinat 116,58055 Bujur Timur dan 0,32500 Lintang Utara yang wilayah admisitratifnya berbatasan dengan :

  1. Sebelah Utara Desa Loh Sumber
  2. Sebelah Selatan Desa Jembayan
  3. Sebelah Timur Desa Jembayan Dalam
  4. Sebelah Barat Desa Jahab

Jarak Desa Jembayan Tengah ke Ibukota Kecamatan lebih kurang 7 Km yang bisa ditempuh dalam waktu 60 Menit menggunakan kendaraan bermotor. Sedangkan jarak menuju ke Ibukota Kabupaten lebih kurang 19 Km dengan waktu tempuh rata-rata sekitar 90 menit. Sehingga keberadaan desa Jembayan Tengah ini masih terbilang berada di pinggiran Kota Kabupaten.

Dari sisi demografis Desa Jembayan memiliki penduduk dengan jumlah  :

kunjungi : Data Statistik

SOSIAL BUDAYA

Masyarakat Jembayan Tengah mayoritas beretnis Jawa. Dan urutan kedua terbanyak di tempati etnis Banjar. Namun begitu ada juga etnis atau suku lainnya yang tinggal di Desa ini walaupun tidak banyak. Jadi penduduk atau warga Pedekik pada dasarnya sudah heterogen. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat tabel suku atau etnis berikut :

Walaupun penduduknya banyak orang Jawa akan tetapi dalam kehidupan sehari-hari, secara umum masyarakat Jembayan Tengah justru lebih kental dengan adat dan budaya Kutai. Baik itu dalam berkomunikasi, pergaulan sehari-hari, adat istiadat perkawinan, kenduri dan lain-lain.

Hal ini mungkin disebabkan karena Pulau Kalimantan Timur dahulu merupakan wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara. Disamping itu yang terlebih dahulu menempati Pulau Kalimantan Timur umumnya dan sebagian wilayah desa Jembayan Tengah khususnya adalah suku Banjar. Namun demikian adat istiadat dan budaya Jawa tetap masih kelihatan dalam berbagai hal khususnya di wilayah Dusun II, III dan IV yang warganya mayoritas etnis Banjar.

Ada satu budaya unik masyarakat Desa Jembayan Tengah yang cukup terkenal di Kalimantan Timur yaitu budaya “Bara’an” ketika datang Hari Raya Idul Fitri. Dimana setiap warga secara bergiliran mendatangi setiap rumah penduduk untuk bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan tanpa terkecuali.

Setiap rumah yang mendapat giliran akan menyediakan makanan khas Lebaran yaitu ketupat disertai dengan berbagai macam lauk pauk dan berbagai jenis minuman. Karena banyaknya rumah yang dikunjungi, acara ini berlangsung minimal lima hari berturut-turut.

Sementara dari sisi social keagamaan Desa Jembayan Tengah sangat kental dengan nuansa agama islam. Karena dari 4.275jumlah penduduknya, 1.747 jiwa beragama islam dan beberapa persen sisanya beragama Kristen.


Sejarah Desa


Cikal bakal Desa Jembayan Tengah : adalah  kampung selingsing , Awal mula kampung selingsing adalah sebuah hutan rimba yang   luas dari arah utara yaitu Merangan darat hingga arah selatan Mehembat dan lembonang, kemudian arah timur yaitu Jembayan (Tahangkon) sampai kearah Jahab.

Dari munculnya nama  Selingsing adalah :  nama rumput yang memenuhi anak sungai Jembayan sehingga nama sungai tersebut adalah sungai Selingsing, rumput Selingsing sejenis rumput BENGKUANG  versi kecil yang hijau, merambat dan berdaun lebar dan tumbuh sekitar rawa termasuk pinggir sungai.

Orang yang pertama kali membuka lahan Selingsing adalah sepasang suami istri yaitu Pak Mi’ dan Bu Saerah Pada tahun 1948 . Keluarga kecil ini menetap selama satu tahun di Selingsing dan pindah kearah selatan yaitu Ukung dan membuka lahan disana selama 2 tahun. Pada tahun 1952 beberapa bulan tinggal di Jembayan dan melahirkan seorang putra yang di beri nama  Ahmad dan sering di pangil dengan sebutan Mat.

PadaTahun yang sama pasangan ini kembali ke Selingsing dan naik ke darat yaitu wilayah Gunung Kepeng, Munte, Dan Guntungojot (sekarang wilayah tudungan) untuk membuka hutan di sana selama puluhan tahun dan banyak melahirkan anak di sekitar wilayah itu.

Dari  keturunan beliau sampai saat ini masih ada yang tinggal di Selingsing hingga cucunya  dan sebagian anak yang yang lain pergi merantau dan menetap di tempat lain seperti Samarinda dan Tanah Grogot.

Pada tahun  60-an berkembanglah Selingsing itu menjadi sebuah kampung dan para pendatang banyak datang dari suku KUTAI HULU dan JEMBAYAN. Dulu ada suku Kedang pahu, suku Lampung yang sekarang berubah menjadi suku Kutai, Kemudian Suku Banjar Negara yang berasal dari Kampung Tanjung Isyui, Dengan Ketua RT pertamanya adalah Pak Basrah, RT berikutnya adalah Pak Duk,  Pak Duy Arsyad, Pak Asnan, Pak Syahrun , Pak Burhan Hampong, dan sekarang adalah Pak Wasni. Rumah  –  rumah yang berjejer di tepi kiri kanan sungai Jembayan.

Perkembangan  RT ini pada tahun 60-an tersebut Masyarakat disekitar Selingsing yaitu Lempatan  dan Sumber Rejeki. Sejarah dari kampung Lempatan itu sendiri berkisah adanya sungai kecil yang mana masyarakat sering melewatinya dengan caralompatan atau melompat dan berjalannya waktu masyarakat menamai kampung dengan nama lompatan serta berubah menjadi Lempatan… (Masih disempurnakan) masih berurusan dengan RT Selingsing . Mayoritas suku yang mendiami Lempatan dulu adalah suku Dayak yang sekarang berpindah dan menetap di sumber rejeki.

Pada  tahun 70-an  hingga 80-an berdatanganlah silih berganti suku Banjar yang datang langsung dari Kalimantan Selatan semisal dari Hulu Sungai ke Selingsing dan kemudian pindah ke kampung Lempatan yang sekarang dikenal dengan nama Lempatan Baru  sehingga beranak pinak di Lempatan. Pada tahun 75-an lempatan membentuk RT tersendiri . Dengan ketua RT pertamanya adalah… (masih disempurnakan) dan saat ini lempatan berkembang menjadi 3 RT.

Pada tahun 70-an tersebut ada sebuah perusahaan kayu Banjar cup yang mengakomodir Masyarakat secara tidak langsung untuk menjual kayu kepada perusahaan tersebut sehingga Selingsing dan Lembonang menjadi kampung paling ramai saat itu.

Untuk diketahui sebelumnya wilayah Jembayan Tengah ini dulunya merupakan wilayah kerajaan Kutaikartanegara Ing Martadipura dengan hukum Panji Mendapanya Dan sejak zaman kolonial belanda Daerah ini merupakan hasil tambang batu bara sejak ratusan tahun lalu  dan ditinggal begitu saja tidak terurus hingga membuat daerah ini menjadi hutan rimba kembali.

Pada tahun 80-an berkembang perusahaan cokelat Hasfarm di daerah Selingsing Darat yang sekarang menjadi kampung (Lembu lompat). Karena mayoritas pekerja dari Jawa . Sejarah Kampung Lembulompat itu sendiri berkisah tentang bayaknya lembu yang melompat lompat dan akhirnya dinamkan dengan kampung Lembulompat . Hingga berjalanya waktu sebagian Masyarakat  mereka berhenti dan mereka kemudian membentuk kampung Tudungan untuk menetap dan bercocok tanam. Sejarah kampung Tudungan itu sendiri... (masih disempurnakan)

Pada tahun 90-an penduduk tersebut sepakat untuk membentuk RT tersendiri lepas dari Selingsing . Sekarang Tudungan terbagi menjadi 2 RT Yang terdiri dari berbagai suku seperti Jawa, Sunda, Bugis, Toraja, Dayak, Kutai, Banjar dan Madura.

Selinsing pada tahun 90-an mulai redup dan ditinggal pergi oleh penduduknya dan yang bertahan sampai  sekarang hanya beberapa KK saja lagi.

Pada tahun 95-an juga datang suku Bugis dari Handil (kilo) dan mendiami daerah Menili kemudian membentuk RT sendiri dan lepas dari Selingsing dengan nama kampungnya adalah Alhidayah. Sejarah kampung Alhidayah itu sendiri berkisah pada masa waktu itu masyarakat yang tinggal di daerah Menili bercocok tanam karena daerah Menili sangat subur dan hasil panen melimpah pada Masa Pemerintahan bupati…Gubenur…. (masih disempurnakan) diadakan panen raya karena hasil panen sangat melimpah  dengan rasa syukur dinamailah kampung tersebut  AlHidayah (masih disempurnakan)

Jadi Rt-Rt dan kampung-kampung yang ada sekarang ini adalah pecahan dari kampung Selingsing . Maka tidak mengherankan kalau Masyarakat Jembayan , Jembayan Tengah , Jembayan Dalam , Loh Sumber, Dan Sungai Payang termasuk Jonggon Kampung, pada umumnya menyebut Kampung Selingsing adalah Kampung Tuha (KampungTertua).

Dengan adanya program Bupati Kutai yaitu Bapak H.Syaukani ,HR adalah Gerbang Dayaku dengan asumsi tiap desa mendapatkan 2 milyar. Maka Desa Jembayan secara otomatis juga mendapatkan aliran danad ari program tersebut. Namun sangat disayangkan Karena begitu luasnya wilayah Jembayan sekitar dan terdiri dari beberapa Dusun Dan RT. Maka sebagian wilayah tersebut tidak tersentuh sama sekali oleh  program yang dimaksud. Pembanguna  tidak  merata bayak terjadi  ketimpangan masalah dana.

Mengingat hal tersebut di atas maka di adakanlah rapat LPM Desa Jembayan, dalam agenda musyawarah waktu itu  Desa Jembayan ini harus dimekarkan menjadi 3 desa, Yaitu Desa Jembayan, Desa Mekar Jaya, Desa Mekar Makmur, Dan dari hasil musyawarah tersebut disetujui oleh Bupati  Kutai Kartanegara waktu itu Bapak H.Syaukani HR, dan beliau menyarankan agar desa pemekaran tersebut harus memakai nama Jembayan sebagai pengingat dulunya bahwa Desa yang dimekarkan ini merupakan bagian dari desa induk, maka disepakati nama desa pemekaran tersebut menjadi Desa Jembayan Tengah dan Desa Jembayan Dalam.

Setelah dikeluarkan SK Pemekaran tanggal 6 Juni 2006, maka kedua desa ini mulai membentuk pemerintahan Desa persiapan dengan membentuk  BPD, LPM, LPD, dan lembaga –lembaga lain yang dianggap perlu, dan yang menjadi Pj. Kepala Desa Persiapan Jembayan Tengah adalah Bapak  Nor Tajli (beliau merupakan Kaur Desa Jembayan).  Adapun kepengurusan Lembaga waktu itu adalah sebagai berikut : (masih disempurnakan)

Dengan masa 2 tahun yang telah dilalui desa persiapan Jembayan Tengah sudah dilaksanakan dengan baik , maka pada tahun 2008 Desa persiapan Jembayan Tengah harus membentuk pemerintahan defenitif , dan karena Pj.Kepala Desa (masih disempurnakan)

Desa Jembayan Tengah dulunya merupakan satu kesatuan dengan Desa Jembayan. Namun pada tahun 2006 Desa Jembayan yang cukup luas itu di mekarkan oleh Bupati Kutai Kartanegara menjadi tiga desa yaitu Desa Jembayan Induk, Desa Jembayan Tengah dan Desa Jembayan Dalam. Maka dari itu Desa Jembayan Tengah adalah merupakan Desa hasil dari hasil pemekaran.

Sebelah utara berbatasan dengan Desa Jahab dan Selatan Sungai Jembayan, dengan mata pencaharian masyarakatnya yaitu dengan bertani dan berkebun kopi, sehingga jalan poros Ibu Kota Desa Jembayan Tengah diberi nama Jalan Kopi.

Desa Jembayan Tengah ini dulunya berpenduduk sekitar 800 jiwa dengan luas 4.725 H. sebagian besar suku Dayak dan Banjar 1 RT, Suku Kutai 1 RT, Suku Bugis 1 RT, Suku jawa dan Madura 1 RT. Hari berganti bulan, bulan berganti tahun kebanyakan penduduk asli berpindah tempat dan penduduk baru datang menempati desa ini.

Namun suku yang masih bertahan sejak dahulu hingga saat ini adalah suku Kutai mereka bertahan dengan mengandalkan usaha bertani dengan penghasilan yang hanya dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

Alat transportasi yang dulu sering digunakan hanyalah perahu atau ketinting dengan menyusuri Sungai Jembayan untuk dapat mencapai daerah perkotaan.Tingkat pendidikan pun hanya terbatas sampai tingkat SD karena sulitnya transportasi sehingga ekonomi dan pendidikan pun juga ikut terpuruk dengan keadaan yang demikian.


Peta Desa


 

 

 

Gambaran Umum Peta Wilayah Desa Jembayan Tengah
Info lebih lanjut Hubungi Desa jembayan Tengah melalu link contact klik disini


Penghargaan Desa


 

 

 

Mohon Maaf, Informasi belum di publish/diterbitkan.
Informasi pada halaman ini sedang dalam proses dan akan diterbitkan secepatnya.
Hubungi Desa jembayan Tengah melalu link contact klik disini